Br. Giri Dharma Camplik
Headlines News :

Latest Post

Sinting! Management GWK Gebrak Meja dan Lempar Dompet Saat Paruman Adat

Written By Br. Giri Dharma Camplik on Minggu, 26 Februari 2017 | 10.46.00

Suasana paruman antar Pihak Br. Giri Dharma dengan Management GWK, jumat 24 Pebruari 2017 di Office GWK
Camplik - Rapat pada hari Jumat tanggal 24 Pebruari 2017 dimulai jam 11 Wita dikantor GWK antara prajuru prewertake wewangunan Br. Adat Giri Dharma dengan Manajemen GWK sujatinya cuma membahas 3 half yaitu:

1. Penataan jalan dan parkir depan Br. Adat Giri Dharma.
2. Perbaikan jalan rurung agung dan jalan lingkar yang benyah latig.
3. Perubahan ukuran stage Br. Suka Duka.

Sesungguhnya jalannya parum berjalan relax dan penuh kekeluargaan awalnya.Walau adanya keluhan mengenai jam rapat yang menurut peserta rapat jam 11-13 Wita itu merupakan jam rawan. Karena istilah balinya jam itu merupakan jam melelancarannya bhuta Kala (menurut mitos).

Pembahasan point 1 dimana Made Nuada sebagai ketua panitia wewangunan mengharapkan adanya kerjasama yang positif dan bersinergi antara pihak GWK dengan prewertaka Wewangunan Br. Adat Giri Dharma. Sebagai contoh penanaman pohon yang baik harus seperti apa, pembangunan candi bentar seperti apa?. Intinya adanya komunikasi kedua belah pihak. Sampai disini belum terjadi  masalah. Namun kemudian pihak GWK menginginkan agar adanya dak beton untuk melindungi kabel, yang pembiayaannya ditanggung oleh banjar. "Namun kami minta agar adanya dak yang melindungi kabel dan sarana lain, yang dibuatkan
oleh Br. Adat Giri Dharma", ujar pak Agung CSR GWK.

Tentu usulan mengenai pembiayaan ini tidak bisa dikabulkan oleh pihak prewertaka wewangunan. "Kami membangun menggunakan dana Bansos pak, anggaran mengenai pembuatan dak itu tidak tercatut didalamnya karena dana bansos itu hanya untuk mengurug, bikin pondasi senderan, pavingisasi dan pembangunan candi bentar", ujar Made Nuada yang juga merupakan ketua LPM Desa Ungasan.

Sesungguhnga kalau kita merunut kebelakang kembali tanggung jawab pembuatan akses jalan adalah tanggung jawab GWK sebagai investor untuk memberikan. Namun bukan GWK namanya jika hal seperti ini tidak diperdebatkan. Setelah sekian lama butuh waktu pingpong sana pingpong sini. Akhirnya Made Nuada
menegaskan bahwa pembangunan akan tetap dilaksanakan bulan April 2017, jika GWK tidak membuat dak sendiri sampai waktu tersebut maka akan langsung dilakukan pengurugan dan penataan. Akhirnya pihak managemen GWK menyatakan akan melakukan diskusi internal dan memperbaiki sendiri dak untuk fasilitas
GWK itu.

Pembahasan pun berlanjut ke point 2, pembahasan dipoint ini yaitu perbaikan jalan rurung Agung dan jalan lingkar yang benyah latig, intinya akan dilakukan secepatnya. Jalan Rurung Agung yang akan diperbaiki adalah jalan tanjakan disebelah selatan Plaza Amata sedangkan jalan lingkar yang mau diperbaiki adalah jalan disebelah utara pondestal disebelah selatan portal. Dalam point ini pembahasan terbilang sangat cepat karena GWK langsung memberikan komitmen untuk melakukan secepatnya.

Sekira pukul 12:30 Wita pembahasan pun berlanjut ke point 3, dibuka dengan kata "pembahasan dipoint ini cuma butuh waktu 2 menit, tapi nggak tahu solusinya", ujar prewertaka wewangunan Br. Suka Duka Giri Dharma I Wayan Sutama. Adapun pembahasan dipoint ini adalah pelebaran stage banjar yang dulunya cuma 2,5 M menjadi kira-kira 4 M lurus dengan tiang penyangga pertama dekat stage.

Menjawab keinginan dari pihak Br. Suka Duka, Agung Rai Dalem hanya menjawab diplomatis, dengan nada rendah: "ya kalau itu keinginan warga banjar ya saya kembalikan lagi ke banjar", jelas CSR GWK ini yang sudah bekerja sejak awal berdirinya GWK.

Jawaban ini sesungguhnya kedengarannya enteng, namun sangat menohok karena didalamnya tersirat dan tersurat makna bahwa perbaikan itu ditanggung oleh warga banjar Suka Duka.

Menengok kebelakang kembali, sesuai akta Notaris Sugitha No. 07, tanggal 7 Mei 2015, pembangunan banjar suka-duka termasuk upakaranya ditanggung oleh GWK. Namun hampir 20 tahun berurusan dengan GWK tentang masalah ini Kelihan Suka Duka sekaligus Kelihan Br. Adat Giri Dharma memberikan solusi kelebihan biaya dari perubahan dari gambar ini akan kami tanggung namun tolong dihitung berapa besar kelebihan itu.

Tampak pihak GWK benar menghitung biaya yang tak seberapa ini, paling cuma kisaran Rp. 4 Juta, dari hal ini pun sesungguhnya pihak warga banjar merasa sangat heran. Masak biaya segitu dihitung dan mau dibebankan ke banjar, dimana harga diri perusahan sebesar Alam Sutra yang mengakuisi GWK.

Lama menunggu hasil hitungan yang tak muncul-muncul kelihan Suka Duka langsung memberikan statemen "Nanti berapapun biaya kelebihannya, kalau kami cuma mampu Rp.500 Ribu, sisanya kami ngidih...(sisanya kami minta), lanjut IWK. Kami yang ikut dalam rapat ini pun merasa sangat gerah dan tak habis pikir, masak perubahan dengan biaya sedikit seperti itu GWK mau membebankan ke banjar. "Masak perusahan besar ngidih pis ngajak banjar", seloroh kami dengan nada bergurau. Karena sesungguhnya jika GWK sampai benar membebankan biaya tersebut ke banjar itu sama saja menjatuhkan harga diri GWK oleh dirinya sendiri. Seloroh tadilah yang membuat para peserta rapat tertawa. Dalam kondisi inilah I Nengah Widana salah satu wakil manajemen GWK menggebrak meja, dan mengambil dompet lalu melemparkannya kedepan perwakilan banjar. Tindakan yang sangat tidak terpuji ini awalnya dikira cuma bercanda, sehingga suasana cair itu tetap berjalan namun kemudian dari raut wajah orang ini tak tersirat senyum sedikitpun, terang saja kejadian ini merubah suasana yang tadinya cair menjadi sangat tegang. Karena menggebrak meja dan sambil mengeluarkan dompet dan melemparkan ke utusan dan prajuru banjar itu bermakna menghina dan merendah utusan adat yang merupakan implementasi dari banjar itu sendiri.

Dengan nada emosi keliahan I Wayan Kurma, menyatakan : "Kalian kesini cuma mencari makan, kelakuan tadi sangat tidak beretika, jika kalian tidak mampu menghormati adat istiadat disini kalian bisa keluar dari wewidangan Giri Dharma".

Pernyataan itu tentu sangat pantas dilakukan oleh kelihan karena demi menjaga kehormatan banjar. Sebenarnya bagaimana kedudukan investor atau perusahaan yang ada di bali, berikut kami beri gambaraan ilustrasinya:


Area GWK yang 80 Ha itu hampir seluruhnya berada di wilayah Giri Dharma, jadi sangat jelas GWK harus tunduk dan hormat kepada Br. Giri Dharma, kelakukan management GWK ini sangat kurang beradab dan sangat melukai hati dan perasaaan warga adat Giri Dharma. Jika GWK tidak lekas meminta maaf secara formal didepan warga banjar dan memecat salah satu wakilnya ini tentu akan berdampak sangat buruk kedepan bagi GWK sendiri.

Kami bahkan mendapat informasi kemarahan warga yang sampai keubun-ubun pasca rapat akan langsung menggeruduk GWK namun hal ini batal karena kelihan adat dan kelihan dinas masih bisa menenangkan warga. Prajuru Banjar akan melakukan langkah yang lebih mederat dengan mengirimkan surat ke manajemen GWK dan menyuruh GWK segera meminta maaf kepada Br. Adat Giri Dharma secara formal serta memecat salah satu utusannya.

Jika hal ini tidak ada realisasi dan itikad baik dari GWK maka akan dilakukan tindakan yang sangat tegas, karena hal ini sudah dikategorikan menghina adat dengan sangat sadis dan sporadis.

Mengenai sanksi apa yang dikenakan, melalui bbm kami menerima pesan dari kelihan adat Giri Dharma yang isi lengkapnya sebagai berikut: "Sesungguhnya Bukan Biaya Yg Tak Seberapa itu Yg Membuat Kita Juga Naik Pitam dan Menggebrak Meja Kelakuan Seorang Petinggi GWK Sungguh Tidak Paham Etika Dan Tata Krama Parum Dengan Prejuru Banjar Adat Padahal Mereka Mereka JUGALAH Sebagai Semeton Bali Yg Harus Ikut Bertanggung Jawab Atas Eksistensi Dan Ajegnya Keberadaan Adat Istiadat  Yg Ada Di Wewidangan Yg Lebih Mengherankan Kita Sudah Datang Baik2 Dengan Niat Baik Membantu Menyelesaikan Permasalahan Yg Ada Eh Malah Mantigang  DOMPET Apakah Layak Orang2 Seperti ini Ngelola Yg Namanya KAWASAN WISATA ADAT DAN BUDAYA Yang Seharusnya Kental Dengan Suasana Ramah Tamah Lemah Lembut dan Mengedepankan Etika dan Tatakrama SUNGGUH SUNGGUH AMAT DI SAYANGKAN ini akan di Catat di Dalam Lubuk dan hati yg paling dalam oleh Setiàp insan Giri Dharma Khususnya Tiang Sendiri Yg Paling Bertanggung Jawab Atas Br Adat Giri Dharma Semoga Tuhan Yg Maha Esa Khususnya Ida Betare Wisnu Mengampuni kita  Semua Atas Kejadian ini Kami Lagi Pikirkan Sangsi Yg Akan Kita Kenakan".

Mungkin perlu juga diketahui sebuah pribahasa bagi para investor, "Dimana bumi dipijak disana langit dijunjung". Hormatilah adat istiadat yang ada dimanapun anda melakukan investasi, apalagi di Bali dengan adat istiadat yang sangat dihormati.













Salam Hangat....!!!!!!!
Mr. Brain Revolution

IWK Terpilih, Urus Ijin GWK Siap Nangis Darah

Written By Br. Giri Dharma Camplik on Kamis, 28 Januari 2016 | 08.00.00

Suasana pemilihan kedat Giri Dharma minggu, 24 Januari 2016
Camplik - Setelah 18 tahun menunggu tak ada juga niat baik dari GWK untuk memenuhi janjinya yang tertuang dalam MOU yaitu memberikan tegak Banjar plus bangunan pada Br. Suka Duka Giri Dharma seluas 10 are dan jalan lingkar yang merupakan akses keluar masuk warga banjar, membuat para pejuang terus mencari cara agar posisi secara hukum dan legal formal semakin kuat bagi br. suka duka dalam memberikan tekanan pada pihak GWK maka diputuskan bahwa Kelian Adat yang merupakan posisi strategis dalam hal ini harus dipegang.

Bukan tak pernah mau berhasil perjuangan warga bahkan sesungguhnya pas moment Dreamfield bulan Agustus 2015 kemarin hampir saja lolos dan terpenuhi janji GWK yang tertuang dalam MOU, namun bak belut yang begitu licin, dengan sangat lihai ia berhasil mangkir kembali.

Rasa sedih putus asa juga dirasakan oleh warga terutama yang terlibat dalam proses penyelesaian MOU ini. Bahkan Bapak I Wayan Kurma (IWK) dalam statementnya tidak akan pernah memberikan ijin kembali jika GWK mengadakan keramaian kembali. "GWK harus menangis darah jika meminta ijin mengadakan keramaian kembali sebelum memenuhi janjinya yang tertuang dalam MOU terutama jalan lingkar 6 M dan Tegak banjar", cetus IWK dengan muka merah padam menahan marah. Namun pada saat itu IWK hanya menjabat sebagai kelian suka duka, tentu secara legal dan power tidak berhak karena yang memberikan ijin adalah kelian Adat, Br. Adat Giri Dharma.

Seperti diketahui Br. Adat Giri Dharma terdiri dari dua banjar suka duka yaitu suka duka Bhuwana Sari dan suka duka Giri Dharma, kelihan adat saat itu adalah I Nyoman Tirtayasa dari Banjar Suka Duka Bhuwana Sari.

Perjalananpun mulai saat itu terus berlanjut sampai pada hari Sabtu, tanggal 9 Januari 2016 dibentuklah panitia pemilihan dengan struktur Ketua Panitia (I Nyoman Widana) Bendahara (I Made Nuada) Sekretaris Panitia (I Wayan Arjawa, ST), Anggota: 1. (I Km Pasek Wirawan), 2. (I Wayan Sutama).

Panitia yang terbentuk bergerak sangat cepat surat resmi pencalonan dan calon segera dibuat dan di edarkan keseluruh warga yang kurang lebih isinya seperti ini:

Berhubung dengan berakhirnya Masa Bakthi (Ayah) Kelian Adat Br. Giri Dharma periode 2011 sampai 2016, dengan ini dibuka pendaftaran Calon Kelian Adat Br. Giri Dharma berdasarkan hasil parumanan hari Sabtu, tanggal 9 Januari 2016 yang dihadiri warga Adat Giri Dharma.

Adapun syarat-syarat bakal calon kelian adat sebagai berikut :

1. Krama Wod Br. Adat Giri Dharma
2. Sehat Jasmani maupun Rohani
3. Dicalonkan atau mencalonkan diri
4. Bersedia dan Siap menjadi calon Kelian Adat Br. Giri Dharma
5. Bakal calon bersedia untuk hadir, ditetapkan dan mengambil no. urut sebagai calon atau kandidat pada tanggal 21 Januari 2015 jam 19:00 Wita yang dihadiri oleh seluruh warga Banjar Adat Giri Dharma. Bagi bakal calon yang tidak hadir pada tanggal tersebut otomatis dinyatakan GUGUR.

Rangkaian kegiatan:

  • Tanggal 10 – 18 Januari 2016 Pendaftaran Bakal Calon di Panitia.
  • Tanggal 21 Januari 2016 Penetapan dan sosialisasi calon yang dihadiri oleh seluruh warga Banjar Adat Giri Dharma pada pukul 19:00 Wita.
  • Tanggal 24 Januari 2016 Pemilihan Kelian Adat Br. Giri Dharma Ungasan dilakukan oleh Per KK Adat 1 Orang dari pukul 08:00 Wita – 10:00 Wita.

Demikian disampaikan atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.


Dari pendaftaran calon yang dilakukan tanggal 10-18 Januari 2016 diperoleh 3 calon yaitu I Wayan Arkanuara (mencalonkan diri), I Nyoman Tirtayasa (dicalonkan oleh keluarga), I Wayan Kurma (dicalonkan oleh Suka Duka Giri Dharma berdasarkan paruman tanggal 17 Januari 2016 dan Team Garing).

Sesungguhnya kalau melihat dari yang mengusung calon sudah terlihat pemenangnya karena warga Suka Duka Giri Dharma saja sudah mempunyai 98 Suara ditambah team garing sekitar 16 Suara jadi total suara 114 suara dimiliki IWK dari total 174 suara.

Sehingga panitia berasumsi aklamasi akan terjadi tanggal 21 Januari 2016, dan memang ada calon yang sudah menyadari hal itu yaitu I Wayan Arkanuara yang memilih mundur dari pencalonan. Namun berbeda dengan I Nyoman Tirtayasa yang maju terus, yang memupuskan kemungkinan untuk aklamasi (pengambilan suara berdasarkan musyawarah mufakat yang mengacu pada penunjukan dan pemberian mandat pada satu calon-red).

Maka melalui pemilihan yang sangat demokratis yang terjadi pada hari Minggu tanggal 24 Januari 2016. Dengan mengantongi 119 Suara untuk IWK dan 54 Suara bagi I Nyoman Tirtayasa. Dari total 174 Suara karena tidak hadir 1 orang yaitu I Ketut Sukanaya (Status Warga Tamu), maka IWK secara resmi dan demokratis terpilih menjadi kelihan adat Br. Adat Giri Dharma.

Akan menjadi pertanyaan kenapa kedat yang merupakan pejabat ayahan tanpa digaji, menjadi suatu kompetisi, padahal jika situasi normal dimintapun orang tidak akan mau menjabat posisi ini. Kalau muncul suatu pertanyaan maka akan banyak timbul jawaban tergantung dari sudut mana kita memandang. Sebagai contoh jika dipandang dari sudut warga Suka Duka Giri Dharma, jabatan ini merupakan salah satu posisi kunci penentu apakah MOU dengan GWK selama 18 tahun ditunggu bisa terselesaikan atau tidak. Korelasinya apa?. Jika salah satu warga suka duka ini menjabat maka perijinan untuk mengadakan keramaian bagi GWK sebelum memenuhi janji-janjinya yang tertuang dalam MOU terutama tegak banjar dan jalan lingkar belum dipenuhi, maka ijin keramaian bisa di cut atau dibatalkan.

Mengingat kembali perjalanan MOU untuk tegak banjar dan jalan lingkar. GWK melalui MOU telah berjanji akan memberikan tegak banjar seluas 10 Are dan jalan lingkar yang merupakan akses keluar masuk warga dengan lebar 6 M, bahkan hal ini sudah tertuang dalam akta notaris Sugita No. 7 tahun 2015. Namun dengan berbagai dalih GWK selalu mangkir untuk memenuhi janji ini. Bahkan sudah 18 tahun menunggu belum juga ada niat baik akan terpenuhinya janji ini.

Dari perjuangan inilah rasa jengah yang muncul dalam diri warga suka duka semakin membara yang menuntun pada penunjukan IWK sebagai kelian Adat. Semoga dengan terpilihnya IWK menjadi kelian Adat senua janji ini bisa terealisasi secepatnya. Dan bagi GWK lekaslah penuhi janjimu jangan repotkan kami sehingga kedepam kita bisa berjalan beriringan seirama saling dukung satu sama lain.


Mr. Brain Revolution



Sebagai informasi data pemilih atau data warga Br. Adat Giri Dharma kami cantumkan dibawah ini.

DAFTAR PEMILIH TETAP (DPT)
BR. ADAT GIRI DHARMA UNGASAN

KESINOMAN I KADEK WESNAWA (16 SUARA)

1 I Nyoman Pintil
2 I Ketut Warta
3 I Made Subur
4 I Made Mentra
5 I Wayan Kuli
6 I Wayan Sadia
7 I Wayan Gasir
8 I Made Sarja
9 I Wayan Kancu
10 I Made Anco
11 I Ketut Tungse
12 IB. Artha Adnyana
13 I Kadek Wesnawa
14 I Wayan Sudana
15 I Komang Mariana Saputra
16 I Kadek Sudarsana

KESINOMAN I KADEK KARDIARTA (14 SUARA)

1 I Made Serna
2 I Ketut Kantor
3 I Ny. Sampun / I Wy Gd Suarna
4 I Wayan Muja
5 I Ketut Rasmita
6 I Wayan Nganying
7 I Wayan Kodang
8 I Made Nyondra
9 I Ketut Aliawan (Bebas Ayahan)
10 I Wayan Sukarsa
11 I Putu Eka Ardana
12 I Kadek Kardiarta
13 I Ketut Ardana
14 I Nyoman Suarsana

KESINOMAN I NYOMAN SUMITA (19 SUARA)

1 I Made Sukarmayasa, SE.
2 I Wyn Sengsi / I Nyoman Sumerta
3 I Wayan Soma
4 I Wayan Nasa
5 I Nyoman Suweta / I Gede Suardana
6 I Made Sudira
7 I Ketut Arka
8 I Wayan Sudiatnaya
9 I Nyoman Suda
10 I Made Ardana
11 I Wayan Sureka
12 I Made Kincing
13 I Wayan Suardika Adi Putra
14 I Nyoman Kenak
15 I Nyoman Sumita
16 I Wayan Sarna
17 I Ketut Sujena
18 I Wayan Sena
19 I Wayan Rewanasa

KESINOMAN I WAYAN BAJRA (22 SUARA)

1 I Wayan Kayun
2 I Wayan Bajra
3 I Made Dama, ST.
4 I Made Mandra
5 I Ketut Arnawa
6 I Made Winurjaya
7 I Wayan Marta
8 I Wayan Pasna
9 I Wayan Sugita
10 I Wayan Kurma
11 I Made Arjana
12 I Ketut Sentana
13 I Nyoman Edi Purnawan
14 I Nyoman Sula
15 I Nyoman Budi
16 I Wayan Arjawa, ST.
17 I Ketut Antara Winawa, SH.
18 I Wayan Pudra
19 I Made Artana
20 I Made Sured
21 I Ketut Adi Saputra
22 I Made Ariawan

KESINOMAN I KETUT PARTA (15 SUARA)

1 I Made Ngacir
2 I Nyoman Ngacor
3 I Nyoman Mudita
4 I Wayan Kari
5 I Nyoman Panca
6 I Wayan Urip
7 I Wayan Surid
8 I Wayan Kayit
9 I Ketut Parta
10 I Wayan Darna
11 I Wayan Rudia
12 I Ketut Berata
13 I Ketut Suwarnata
14 I Nyoman Suardika
15 I Made Sutana

KESINOMAN SANG PUTU WIBAWA (12 SUARA)

1 I Wayan Sulendra
2 Dewa Gde Djasa
3 Sang Putu Wibawa
4 I Nengah Mertha
5 Gusti Rai Sukanta
6 I Wayan Wardana
7 I Wayan Mas Suasayasa
8 Dewa Nyoman Oka Astawa
9 Dewa Putu Sudiasa (Alm)
10 I Nengah Sania
11 I Ketut Suardika
12 I Ketut Sukanaya

KESINOMAN I MADE DANA (16 SUARA)

1 I Wayan Kadra
2 Ni Nyoman Keri (Bebas Ayahan)
3 I Wayan Sandri
4 I Nyoman Sena
5 I Wayan Gembong (alm / bebas Ayahan)
6 I Wayan Windra
7 I Made Dana
8 I Wayan Suama
9 I Nyoman Kader / Warnata
10 I Nyoman Pendet
11 I Ketut Tirim
12 I Wayan Derta
13 I Wayan Sutama
14 I Ketut Sumiarta
15 Kd Juli Artawan
16 I Wayan Sandiasa Kusuma

KESINOMAN I WAYAN SUAMA (23 SUARA)

1 I Made Saba
2 I Wayan Kariyasa
3 I Wayan Lasir
4 I Made Purna
5 I Wayan Disel Astawa, SE.
6 I Made Sudena
7 I Ketut Marwa
8 I Nyoman Tirtayasa
9 I Made Cawa
10 I Nyoman Budiana
11 I Ketut Salit
12 I Nyoman Arjana
13 I Wayan Suama
14 I Ketut Narka
15 I Made Darsana
16 I Nyoman Widana
17 Ni Wayan Garsi (Bebas Ayahan)
18 I Ketut Kalih
19 I Made Rinah (Bebas Ayahan)
20 I Nyoman Gede Sumantara
21 I Made Tirtayasa
22 I Md Diana
23 I Wayan Sujana

KESINOMAN I WAYAN AGUS WIJAYA (22 SUARA)

1 I Ketut Mendra
2 I Putu Eka Swastika
3 I Wayan Rena / I Nyoman Sukada
4 I Wayan Arkanuara
5 I Made Cedang
6 I Wayan Yasa
7 I Wayan Sugita Putra
8 I Made Sukardiana
9 I Wayan Rarud
10 I Made Wetra
11 I Wayan Sumantara
12 I Wayan Suandika
13 I Wayan Arjana
14 I Kadek Wiratama
15 I Made Sutama
16 I Nyoman Sujana
17 I Wayan Suadnyana
18 I Made Adi Susilayasa
19 I Nyoman Suka Artha Negara
20 I Wayan Agus Wijaya
21 I Nyoman Sukadana
22 I Komang Pasek Wirawan

KESINOMAN I WAYAN SADRA (15 SUARA)

1 I Wayan Nasib
2 I Mayan Darna
3 I Made Soma
4 I Ketut Sukra
5 I Ketut Kasih E.
6 I Wayan Mandi
7 I Made Kewa
8 I Wayan Sadra
9 I Ketut Kasih
10 I Made Limpung
11 I Made Badra
12 I Wayan Tangsi
13 I Ketut Seja
14 I Made Simon
15 I Made Kayun

SUARA SkDk Giri Dharma 98
TOTAL SELURUH SUARA DPT 174

Kalangan Gandrung Sudah Diupacarai, Tegak Banjar dan Jalan Lingkar Kapan?.

Written By Br. Giri Dharma Camplik on Sabtu, 07 November 2015 | 12.52.00

Ide Pedanda sedang memberikan tetebus dan perlengkapan upakara bagi sebelas pengempon kalangan Gandrung, sabtu, 7 November 2015
Acara pemlaspas / mupuk pedagingan lan puja wali Pesambhyangan Pura BatuPageh. Saniscara kliwon wuku wayang 7 November 2015 dilaksanakan dengan meriah, upakara Caru Rsi Gana Agung pun dilakukan, upakara ini tergolong upakara besar dalam tradisi upakara pemlaspas bagi umat Hindu karena mempunyai jangka waktu yang panjang yaitu15 tahun.

Camplik - Usai sudah perjalanan panjang, perjuangan dengan penuh liku, dipindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari tidak terurus karena rusak, melewati demo warga dengan menutup akses GWK berlanjut pemasangan spanduk oleh warga, penandatangan akta notaris, diikuti berbagai lobi dan negosiasi antara pihak GWK dan Br. Suka Duka Giri Dharma akhirnya pada hari sabtu tanggal 7 November 2015 dilaksankan upakara pemelaspasan dan pecaruan Agung sebagai tahap akhir pemuput secara niskala dalam rangkaian tradisi hindu sebagai syarat bahwa kalangan gandrung dan joged siap digunakan.

Untuk apa sebenarnya kalangan gandrung ini?. Kalangan gandung ini nantinya akan digunakan sebagai aktivitas untuk melakukan latihan tari gandrung dan tari joged bumbung. Tari gandrung merupakan tarian sakral dalam agama hindu yang diempon oleh sebagian warga Giri Dharma. Kenapa dikatakan sakral?. Dalam pementasan tari gandrung biasanya sang penari akan kerasukan. Pada saat itu sang penari akan menari tanpa sadar mengikuti irama gamelan. Sedangkan tari joged bumbung merupakan tari hiburan rakyat yang bisa dipentaskan kapanpun dan dimanapun tergantung permintaan yang punya hajatan.

Acara rencananya dimulai pada pukul 08:00 Wita. Namun dari pantauan kami warga dan sekaa gamel sudah datang jam 07:00 Wita. Bahkan Ida Pedanda dari Griya Absiansemal Badung sebagai pemuput karya sudah hadir pada jam 07:39 Wita.

Dengan diiringi suara gamelan yang mengalun rangkaian tahapan upacara mulai dijalankan sesuai yang tertera dalam sastra hindu. Bersamaan  dengan pemendeman caru juga dilakukan sabuh rah. Sabuh rah dilakukan dengan mengadu 2 ekor ayam jantan tanpa taruhan hal ini dilakukan untuk memberikan upah pada butha kala agar nantinya semua aktivitas berjalan dengan lancar tanpa gangguan.

Kalangan gandrung diempon oleh 40 orang. Dari pemangku kami mendapat informasi bahwa kalangan gandrung akan direhab setiap 10 tahun sekali dan ditanggung oleh pihak GWK. Hal ini terungkap ketika kami menanyakan, kenapa atap kalangan tidak di pakai genteng tapi ilalang?. Itu kan rawan kerusakan. "Menurut GWK dipakai ilalang agar lebih seni dan pihak GWK bersedia merehab setiap 10 tahun sekali", terang Mangku Lodri.

Dalam acara kali ini undangan yang hadir yaitu: Bendesa Ungasan Pak Ketut Marcin, Plt Perbekel Desa Ungasan, Kelian Adat I Nyoman Tirtayasa, Kelian Dinas I Nyoman Widana dan sejumlah undangan lainnya, namun kami tidak melihak perwakilan dari pihak GWK.

Warga Giri Dharma dan pengempon kalangan Gandrung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak GWK karena sudah membangun kalangan gandrung dan membiayai pelaksanaan upakara.

Namun masih tersisa tanya disemua benak warga suka duka, "Kapan jalan lingkar 6 M dan tegak banjar suka duka akan direalisasikan?". Dimana telah dijelaskan 2 tuntutan ini merupakan tuntutan pokok yang tertuang dalam akta notaris Sugitha. Bahkan tidak mustahil jika 2 tuntutan ini tidak diselesaikan secepatnya warga pasti akan turun kembali untuk menutup akses GWK selamanya dan itu pasti.






Ungasan.com___________________
Mr. Brain Revolution

Juara Umum Canon PhotoMarathon di Bali, Adhitiya Wibhawa

Written By Br. Giri Dharma Camplik on Senin, 19 Oktober 2015 | 23.24.00

Sebanyak 811 peserta Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 di Bali bersiap di Tirta Agung, GWK Cultural Park, Uluwatu, Badung, Bali, Minggu (18/10/2015) untuk berlomba memperebutkan hadiah senilai ratusan juta rupiah dan trip klinik foto ke Jepang. Meskipun baru diadakan pertama kali di Bali, antusias peserta sangat luar biasa. Bagi yang ingin mengikuti Canon PhotoMartahon Indonesia 2015, masih ada kesempatan di Jakarta, Sabtu (24/10/2015).
MANGUPURA - Kawasan Tirta Agung, GWK Cultural Park, Uluwatu, Badung, Bali, terlihat berbeda dari biasanya, Minggu (18/10/2015).

Kawasan pariwisata yang terkenal di Pulau Dewata ini tidak hanya diramaikan oleh para wisatawan melainkan dihadiri oleh lebih dari 800 pecinta fotografi dari berbagai daerah.

Mereka adalah para peserta Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 yang berasal dari wilayah Bali dan berbagai penjuru tanah air, baik fotografer yang berasal dari kalangan pelajar, ibu rumah tangga, eksekutif, hingga para fotografer profesional.

Semua tampak beratribut lengkap Canon PhotoMarathon Indonesia dan berkumpul jadi satu di kawasan Tirta Agung.

Acara Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 Bali secara resmi dibuka oleh Merry Harun selaku Direktur Divisi Canon, PT Datascrip, dan para juri.

Sesi lomba yang terbagi dalam 3 tema dimulai dengan pengumuman tema 1, yaitu “Hampir Jadi”.

Setelah tema 1 berakhir, maka tema 2, yaitu “Perbedaan yang Indah” pun diumumkan.

Menjelang batas akhir perburuan foto tema ke-2, panitia kemudian menginformasikan tema terakhir, yaitu “Khas Bali”.

Para peserta pun kembali bergerak mencari bidikan yang diterjemahkan dari tema tersebut berdasarkan imajinasi dan kreativitas masing-masing.

Setelah waktu yang ditentukan selesai, hasil foto para peserta dikumpulkan dan langsung dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Samuel Sunanto (Fotografer Profesional), Wayan Andhika Dana (Fotografer Profesional), Yadi Yasin (Fotografer Profesional), Dudi Sugandi (Fotografer & Pewarta Foto), Denny Feblu (Fotografer & Pengamat Fotografi), dan Budianto Iskandar (Direktur PT Datascrip).

Selain pengalaman lomba, para peserta mendapatkan ilmu fotografi yang berharga dari sesi seminar yang dibawakan oleh Fotografer Senior, Yuyung Abdi.

Para peserta terlihat antusias mengikuti seminar tersebut, meskipun cuaca sangat terik di sekitar kawasan Tirta Agung, GWK Cultural Park.

Keceriaan acara semakin terasa dengan adanya permainan dan kuis berhadiah menarik yang terus dilempar ke para peserta sepanjang acara sehingga kelelahan aktivitas dari pagi hari tidak terasa membebani para peserta dan menjadikan suasana acara tetap meriah dari awal hingga akhir acara.

Para peserta bisa mengikuti sesi hunting foto model sembari menunggu pengumuman pemenang.

Menjelang sore, Dewan Juri pun mengumumkan para pemenang Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 Bali.

Juara Umum dimenangkan oleh Adhitiya Wibhawa dan berhak membawa pulang Kamera DSLR Canon EOS 100D serta mengikuti Trip Photo Clinic ke Jepang.

Bersama dengan juara umum dari Yogyakarta dan Jakarta, mereka akan dikumpulkan dengan juara utama dari negara penyelenggara Canon PhotoMarathon Asia 2015 lainnya.

Selain Indonesia, Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 yang merupakan bagian dari Canon PhotoMarathon Asia 2015, juga diselenggarakan di 10 negara lainnya, yaitu: Brunei Darussalam, Hong Kong, India, Kamboja, Malaysia, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

”Meskipun kegiatan Canon PhotoMarathon Indonesia baru pertama kali digelar di Bali, namun antusiasme para fotografer sangat tinggi sehingga diikuti oleh lebih dari 800 peserta, tepatnya 811 peserta. Selain sesi lomba yang ditujukan untuk mengasah kreativitas para peserta, ajang ini juga menjadi sarana berkumpul, menambah ilmu dan saling berbagi. Kami harap kegiatan ini dapat memajukan industri fotografi di Indonesia,” ujar Merry Harun, Direktur Divisi Canon PT Datascrip.











Mr. Brain Revolution (GWK, Jalan Lingkar 6 M dan Tegak Banjar, Mana?)
sumber : tribun

Jalan Lingkar dan Tegak Banjar Giri Dharma, Semakin "Gelap"

Written By Br. Giri Dharma Camplik on Sabtu, 03 Oktober 2015 | 22.18.00

Penandatangan MOU di Notaris Sugitha
Entah fenomena apa yang telah terjadi Jalan lingkar yang menurut Dirut GWK Seno A. akan di selesaikan setelah selesainya pengumuman di BPN tentang persertifikatan. Namun sampai saat inipun tidak ada kabar apapun, seperti yang diketahui pengumunan dari BPN tentang pensertifikatan jalan lingkar sudah berakhir 8 September 2015, dan menurut aturan di BPN sertifikat sudah selesai maksimal 2 minggu setelah pengumuman. Namun kabar tentang kapan terealisasikannya jalan lingkar dari pihak GWK menghilang bak di telan bumi.

Ada hal yang aneh dan sangat menggelikan tentang jalan lingkar ini, GWK selalu bilang mereka merasa dirugikan dengan dipalangnya jalan lingkar oleh pemilik karena menghalangi beroperasinya tempat parkir. Dari dulu mereka selalu bilang ingin menyelesaikan tapi saat semuanya sudah siap merekapun menghindar dengan seribu alasan.

Pihak keluarga yang kami temui merasa sangat heran atas tingkah laku GWK ini, setiap ada even mereka baru garasa grusu mengurus, jalan lingkar, sibuk nego kompensasi, setelah ada tenggang waktu untuk menyelesaikannya merekapun diam. "Kami bingung setiap ada event di GWK malah kami yang pusing memikirkan, padahal acara itu kan mereka yang diuntungkan", keluh salah satu anggota pemilik lahan.

Sebelas duabelas dengan jalan lingkar, tegak banjarpun semakin kelam, padahal kata pak Seno kepastian tentang tegak banjar akan diberikan sebelum event dreamfields tanggal 15 Agustus 2015, namun sampai saat ini belum ada kabar apapun.

Terkadang warga Suka Duka Giri Dharma menjadi bingung dan bertanya apakah GWK memang sengaja menunggu agar warga kembali menutup total akses GWK sesuai MOU yang telah disepakati?.





Perjuangan siap dilanjutkan!!
Mr. Brain Revolution

Patung Garuda Wisnu Kencana Tertinggi di Dunia Kalahkan Patung Liberty

Written By Br. Giri Dharma Camplik on Kamis, 03 September 2015 | 14.13.00

Patung Garuda Wisnu Kencana yang baru
MANGUPURA - Megaproyek pembangunan kembali Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) menjadi komitmen manajemen PT Garuda Adhimatra Indonesia (GAIN).

Patung yang sebelumnya sudah dibangun 10 meter sampai 20 meter ini dibangun ulang setinggi 120 meter.

Pembangunan Patung GWK yang sudah dimulai sejak Mei 2013 ini, menurut Direkur PT GAIN, Seno Andhikawanto, diproyeksikan selesai pada pertengahan atau akhir 2017 mendatang.

Saat ditemui, Seno menjelaskan, patung GWK berlokasi di Bukit Unggasan-Jimbaran, Badung, Bali ini juga dibangun di atas bukit tertinggi di Bukit Nusa Dua.

Patung ini berdiri menjulang di dalam kompleks Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana dan merupakan karya pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta.

Rencananya, selain membangun patung, di lantai dasar patung akan ada pedestal dari patung dengan kualifikasi sebagai monumen.

Gedung tersebut dipakai sebagai tempat menikmati pemandangan Pulau Bali.

Disediakan juga museum pembangunan patung yang memakan waktu dua puluh tahun lebih ini.

"Kalau kita bicara pasca dipegang PT Alam Sutra Realty (ASR), kita komit membangun GWK. Buktinya, kita sudah membangun dengan investasi Rp 450 miliar. Dalam pembangunan tersebut, PT GAIN akan membangun sarana prasarana jalan, parkir, gedung dan tentunya membangun GWK baru yang sudah dikonsepkan setinggi 120 meter," jelas Seno, Selasa (1/9/2015) kemarin.

‎‎Monumen ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi ikon bagi pariwisata Bali dan Indonesia.

Patung ini berwujud Dewa Wisnu, yang dalam agama Hindu dalah Dewa Pemelihara (Sthiti), mengendarai burung Garuda.

Tokoh Garuda dapat dilihat di kisah Garuda & Kerajaannya, yang berkisah mengenai rasa bakti dan pengorbanan burung Garuda untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan.

Sampai akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu.

Jika pembangunannya selesai, patung ini diproyeksikan untuk mengikat tata ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot.

Patung GWK ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia.

Patung ini terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton, dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter.

Jika pembangunannya selesai, patung ini akan menjadi patung terbesar di dunia mengalahkan Patung Liberty.

"Jika Patung Liberty dan Yesus ramping. GWK terkonsep besar dan megah dengan ukiran menakjubkan. Jadi, pengukiran tembaga dengan lapisan platina dibuat di Bandung. Setelah jadi berupa lempengan atau modul, selanjutnya dikirim ke Bali. Di lokasi GWK, lempengan-lempengan tadi akan dipas-kan (matching) di sebuah tanah lapang. Setelah cocok/pas, akan diberi tanda dan dipreteli lagi untuk kemudian diangkat ke gedung di bukit guna dipasang," terang Seno.




Ungasan.com___________________
sumber : tribun

Dirut dan Management GWK Kena "Damprat" Kelihan Suka Duka Giri Dharma

Written By Br. Giri Dharma Camplik on Jumat, 05 Juni 2015 | 16.06.00

Rapat antara pihak GWK dengan Warga Giri Dharma Kamis, 4 Juni 2015
Rapat yang sedianya dilaksanakan hari Kamis, 4 Juni 2015, pukul 18:00 Wita, melenceng tak terbendung mundur menjadi sekira pukul 19:00 Wita. Sebab musababnya karena masih adanya rapat diinternal pihak GWK serta adanya video konfrence itu menurut info dari Pak Agung Kompiang.

Pengunduran jadwal rapat antara GWK dan warga Giri Dharma menyangkut adendun atau akte notaris I Wayan Sugitha, S.H. tanggal 07 Mei 2015 No.07 yang didalamnya berisi tentang MOU yang harus dipenuhi oleh GWK dengan batas akhir 31 Juli 2015 pun tetap berjalan dan tidak mengurangi semangat para peserta diskusi.

Dari pihak GWK diwakili Pak Seno (Dirut GWK), Pak Agung Rai Dalem, Pak Agung Kompiang, Pak Widana.

Dari pihak Giri Dharma hadir Kelihan Suka Duka Giri Dharma I Wayan Kurma, Kelihan Dinas Giri Dharma I Nyoman Widana, Perbekel Desa Ungasan I Wayan Sugitaputra, prajuru banjar dan semua warga banjar.

Satu persatu dibahas mengenai MOU berikut alasan keterlambatan seperti misalnya Kenapa DW yang merupakan masyarakat lokal Giri Dharma belum diangkat walau sudah melampau masa pengabdian?. Berikut jawaban dari Pak Seno: kita pasti akan mengangkat semua tenaga DW karena memang kita butuh, tetapi untuk saat ini mungkin anda baca di media kunjungan wisatawan lagi menurun yang kewilayah selatan cuma 1,2 Juta pengunjung itupun 1 juta sudah ke GWK terus kita mau mencari pengunjung kemana lagi. Kunjungan wisatawan mungkin bertambah banyak saat patung GWK sudah jadi terbangun makanya kita memperioritaskan pembangunan pendestal. Nantinya kalau itu sudah jadi kita butuh banyak karyawan lagi kok. Begini saja masa DW saya batasi minimal 6 bulan dan maksimal 12 bulan setelah itu pasti akan diangkat jadi karyawan tetap.

Kalangan gandrung, semua tentang perencanaan, design bahkan sampai negosiasi pada tingkat pengerjaan sudah selesai dilakukan, sabtu, 6 Juni 2015, mulai dikerjakan.

Mengenai rurung agung sudah selesai dikerjakan bahkan sudah di upacarai, tinggal serah terima yang dilakukan oleh pihak GWK ke pihak desa adat ungasan, mengenai teknis akan diatur lebih lanjut. Tanggal 16 Juni 2015 Perbekel Desa Ungasan akan mengundang pihak GWK mengenai teknis serah terima jalan rurung agung ini.

Mengenai pensertifikatan Banjar Dinas. Pak kedis: Masyarakat sudah sabar bahkan sudah dituangkan dalam MOU mohon segera diselesaikan dan direalisakain apa yang ada di MOU. Mengenai sertifikat di br Dinas bagaimana ini sudah 15 tahun. Kapan akan diselesaikan? Jalan di Banjar dinas mohon diberi lampu agar seimbang selaras dan serasi dengan estetika GWK. Pak Agung : ya, kami akan segera menyelesaikan tentang pensertifikatan Br. Dinas, sedangkan jalan yang menuju atau masuk ke Br. Dinas akan kami segera sesuaikan design nya dengan master plan GWK.

Yang tentu ditunggu-tunggu adalah pembahasan mengenai tegak Br. Suka Duka Giri Dharma. Sesuai dengan akta notaris yang ditandatangani bahwa tegak banjar akan diberikan diwilayah tanah Pak Wayan Purja. Namun hal ini terjadi jika jalan lingkar GWK yang 3 M sudah selesai dilakukan. Disinilah terjadi perdebatan dimana pihak GWK melempar kesalahan pada pihak Pak Wayan Purja. Terang saja pihak keluarga langsung membantahnya.
"Mengenai masalah jalan lingkar bukan masalah di keluarga kami tapi itu murni masalah di pihak GWK, apakah ini sengaja, ataukah ini keteledoran, atau mungkinkah ini permaian GWK, coba saja cermati kita mengurus sertifikat lahan menitik beratkan pada jalan 3 M, jeg dadi bise jalan yang 3 M itu tidak bisa masuk di sertifikat. Ketika sidang di desa ditanya apakah jalan yang 3 M ini dimasukkan ke sertifikat, katanya GWK nggak usah karena itu jalan umum cukup dengan surat pernyataan kepala desa. Sekarang sertifikat sudah jadi kok bisa itu yang dimasalahkan, bukankah ini semacam permaian? untuk pengunduran waktu", jelas angota keluarga Pak Wayan Purja.
Mendengar kata permainan agaknya sedikit menampar pihak GWK, Pak Seno: Kami sudah membangun lahan parkir bukan dengan dana yang sedikit jadi apa tujuan kami bermain-main, kamipun memerlukan dan berkepentingan masalah ini lekas selesai. Pak Agung : Bahkan saya sampai tidur-tiduran di BPN, seperti maklar saja dimana letak permainannya.
Menarik memang hal ini untuk ditelaah lebih jauh, apakah ini permainan atau bukan. Kita coba lihat analoginya kalau ini bukan permaian kenapa sampai hal sefatal itu terjadi apakah  murni suatu kelalean?. Kalau kelalean ketika rapat di Desa jelas, berkali-kali ditanyakan apakah lahan yang 3 m itu dimasukkan ke sertifikat tanah Pak Purja, waktu itu jelas diminta cukup hanya dengan surat keterangan kepala desa dan lahan 3 M itu tidak usah dimasukkan, kalau ini suatu kelalian jelas tidak masukkan akal karena ini dilakukan secara sadar dalam waktu yang cukup lama. Kalau ini merupakan pembiaran yang disengaja, lebih masuk akal. tujuannya apa? saat kesalahan ini dimunculkan setelah sertifikat jadi tentu akan menimbulkan proses pengulangan kembali yang mau tidak mau harus dijalani, karena BPN pasti menerapkan standar prosedur, keuntungan buat GWK adalah harga lahan yang belum dibayarkan akan menghasilkan income ketika uang tersebut ditabungkan di bank, karena pihak keluarga tidak menerapkan bunga pada uang tersebut. Bukti kedua kenapa ini merupakan permaian, karena dengan semakin lamanya ditahan masalah ini berarti semakin lama juga transaksi pemberian tegak banjar yang mungkin harganya juga wow karena lahannya sampai 10 are. Bukti ketiga hal ini permaian yaitu jika ini bukan permainan dan GWK mempunyai niat baik tentu detik ini dibayar lahan 3 M, masalah lahan ini sudah selesai, clear....clear....dan cleaaarrr. Tentu GWK akan berdalih lagi, ini kan nggak ada bukti otentik gimana kita bisa mencairkan dana. Disinilah letak permaiannnya brooooooo, cukup jelas bukan?????.

Ada juga hal yang mengembirakan dari pertemuaan kemarin bahwa sinyal tegak banjar akan tetap diposisi sekarang, hal itu bahkan sudah tercermin dari pandangan kemarin dengan persentase sekitar 60% probability. Kepada pihak GWK segeralah penuhi dan selesaikan janjimu apasih susahnya, jangan suka melempar bola panas yang membuat kita semua akan terbakar. Gua tetap percoyo karo awakmu wahai GWK. Selesaikan segera, mari kita hidup berdampingan dengan saling hormat-menghormati.

Sementara dihubungi terpisah melalui pesan singkat BBM kami menerima kiriman pernyataan tegas kelihan suka duka Giri Dharma I Wayan Kurma berikut bunyi pesan tegas itu:

Setiap mengadakan pertemuan pihak management selalu memberikan janji-janji yang tidak jelas juntrungannya, sebagai contoh masalah ketenaga kerjaan selalu berliku dengan berbagai macam alasan ini itu dan lain sebagainya. Untunglah P Kelian dengan keras menjegal dengan meminta kejelasan kapan mulai dan kapan selesai?. P Kelian Suka Duka sampai menanyakan fungsi dan Kapasitas P Seno selaku Dirut karena ketika dia menangani Demo Tanggal 24 Agustus 2014 P Seno Memegang Surat Kuasa Dari Management Pusat, TETAPI KENAPA SEKARANG CUMA MENANGANI DW SAJA harus menunggu Pusat Lagi, tanya PAK KURMA selaku kelian sampai bergetar menahan emosi, Apa Dong Fungsi Surat Kuasa Yang Anda Pegang Tambahnya..

P Kurma menambahkan sekarang bukan saatnya menebar Janji lagi, saatnya anda menyelesaikan Apa yg anda Janjikan ...Kalau proyek kekurangan dana kenapa mendirikan Pedestal senilai 500 Milyar bisa?. Sementara fasum dan fasus yg tertuang dalam MOU yg menghabiskan tidak lebih dari 20 Milyaran tidak kunjung di selesaikan??. Mana niat baik yang Selama ini di dengung-dengungkan?. Bahkan P Kurma Dengan Keras mengatakan niat baik tidak akan menyelesaikan apa- apa tanpa action yang jelas dari sisi waktu Bapak hitung sendiri dari 25 Agustus 2014 sampai sekarang itu sudah berapa lama kami berikan waktu sudah hampir satu tahun, kata P Kurma Geram

P Kurma dengan tegas meminta sama P Kades Agar 4 Point yang tidak berkaitan dengan pihak ketiga dapat diselesaikan sesuai dengan kesepatan yang di tandatangani di Notaris.

P Kurma juga dengan tekad MENYAMPAIKAN BAHWA DEMO BUKAN TARGET KAMI Selaku Warga Br. Suka Duka Giri Dharma, Kami cuma menginginkan BAHWA INVESTOR SEGERA MEMENUHI JANJI JANJINYA YG SUDAH TERTUANG DLM MOU. Kalau apa yang sudah di sepakati di Notaris dilanggar lagi jangan salahkan kami kalau kami mengacu pada pasal 7 Ayat 3 Adendum tertanggal 07 mei 2015. Mohon semua pihak bisa patuh dan tunduk pada kesepakatan yg telah di tandatangani. Demikian kata Pak Kurma mengakhiri pembicaraan dalam pesan BBM yang kami terima.





Mr. Brain Revolution

Mau Dibawa Kemana Penandatanganan Legal Draffting?

Written By Br. Giri Dharma Camplik on Rabu, 06 Mei 2015 | 10.44.00

Dari kiri kekanan: Pak Perbekel Desa Ungasan Sugita Putra, Kelihan Suka Duka Giri Dharma Pak Wayan Kurma, Pak Seno, BPD Desa Ungasan Pak Sudana SH. Senin, 4 Mei 2015, pukul 14:00 Wita sudah tiba di Denpasar dikantor Notaris Sugita dan siap untuk tanda tangan.
Pada hari Senin, 4 Mei 2015, pukul 14:00 Wita sedianya akan dilakukan penandatangan  Legal Drafting Di Notaris Sugita. Hal ini sudah dijadwalkan kurang lebih 5 hari. Ini merupakan buntut dari pemasangan spanduk oleh beberapa warga tentang tuntutan yang belum dipenuhi oleh Pihak GWK sampai saat ini. Dan dibalas dengan pengirimana SMS dari manajemen GWK. Berikut bunyi lengkap sms yang dikirimkan oleh Pak Seno Dirut GWK dari Alam Sutra kepada kelihan suka duka Giri Dharma Pak Wayan Kurma:

Ok pak Kurma, tolong di bantu ya pak, agar spanduk di turunkan, beberapa
hal saya update : 1. TTD notaris sdh proses & akn dijadwalkn oleh pak agung
rai, saya siap utk ttd,
2. Jalan pak Purja sdh proses dgn notaris & akn
dijadwalkn oleh pak agung rai, kita siap utk transaksi, 3. Rumah Gandrung
design renovasi sdh jadi, hari ini biaya renovasi selesai, pak agung rai
akn jadwalkn utk prsetujuan banjar sbelum di renov, 4. Air pemukiman sdh di
daftarkan ke pdam tinggal tunggu penyambungan, pak agung rai akan monitor,
demikian pak suksema
(Baca GWK Bergetar)

SMS itu dikirim sesaat setelah pemasangan spanduk, dan kemudian disusul dengan penjadwalan penandatangan draft ke notaris. Sampai pada hari H kira-kira jam 10 pagi kami menerima BBM yang isinya:

Om Swastiastu
Dalam Rangka Penanda Tanganan Legal Draffting Di Notaris Sugita mali boss
jam 14.00 Titiang  Nunas Mangde Sami Utsahayang On Time Jam 14.00 Sampun Di
Dps ini Berkaitan karena P Dirut Harus teleconfrence jam 16.00 di GWK Nah
Untuk Kelancaran dan Cepatnya Acara
P Agung Rai Mohon Pastikan Bahwa Draff Sudah Di Buat Sesuai Dengan Correksi
Dan Perbsikan Yang Terakhir Terutama Di Bait Sangsi Karena itu sudah Final
dan Keputusan Rembuk Desa
Demikian Atur Piuning titiang
SMS di CC ke semua Pihak Terkait
OM Chanti Chanti Chanti Om
Manggala Br Suka Duka Giri Dharma
I Wayan Kurma

Pada jam 14:00 WITA, semua pihak Dari GWK (Pak Seno dan P GA), Pak Perbekel Desa Ungasan Sugita Putra, Bendesa Adat Ungasan Pak Ketut Marcin, Kelian Adat Giri Dharma, Kelihan Dinas Giri Dharma, Kelihan Suka Duka Giri Dharma, Pak Diesel Astawa DPRD 1 Bali, BPD Desa Ungasan Pak Sudana SH. Sudah tiba di Denpasar dikantor Notaris Sugita dan siap untuk tanda tangan.

Namun apa yang terjadi sungguh diluar pikiran, penandatangan draft itu diundur. Lho.. kok bisa, bukankah sudah dijadwalkan?. Siapa yang salah?.

Sekilas memang alasannya menurut sumber kami, notaris rapat dan tidak ada ditempat. Begitu alasan yang mengemuka. Dan nyatanya itu bisa dipahami oleh semua pihak yang hadir. Tapi apakah sesederhana itu?. Ada memang cerita seperti ini:

Iwan : Bud.. aku boleh datang kerumahmu untuk ngerjaain PR besok jam 14:00?.
Budi : O..ya sangat boleh, aku senang sekali jika kamu mau ngerjaiin PR dengan ku, aku tunggu ya besok jam 14:00.
Iwan : trims ya bud..
(Iwan kemudian menghubungi ahmad)
Iwan : hallo.. Ahmad, besok ngerjaiin PR jam 14:00 dirumah budi ya...kita sudah ditunggu lo..
Ahmad : Ok.. besok kita kerumah Budi jam 14:00.
(Keesokan harinya, Iwan dan Ahmad sudah sampe dirumah Budi, namun Budi nggak ada Iwanpun menelpon Budi)
Iwan : Bud... kami sudah dirumahmu, kok kamu nggak ada?.
Budi : Maaf, ya aku sekarang dirumah sakit soalnya saudaraku kecelakaan dan opname dirumah sakit.
Iwan : oh ..gitu maaf ya menggangu..semoga saudaramu lekas sembuh.. kami akan balik kamis depan.
Budi : ok trims atas pengertiannya.

Jika ceritanya seperti diatas ini siapapun akan membenarkan Budi. Tapi bisakah hal penandatanganan draft seperti cerita diatas?. Mari kita tinjau:

Dalam hal pengunduran penandatangan draft kesalahan terlihat terjadi pada notaris. Karena pada tanggal 4 Mei 2015 jam 14:00 Wita notaris melakkukan rapat, dan kemudiaan menurut sumber yang kami konfirmasi ternyata notaris tidak ada. Jika memang benar notaris mengadakan rapat atau tidak bisa hadir dikantornya, kenapa pihak notaris tidak melakukan konfirmasi pembatalan penandatangan draft kepihak GWK (sebagai pihak perujuk notaris yang bersangkutan). Apakah mungkin notaris melakukan pembatalan sepihak?. Jika hal itu dilakukan maka notaris akan tersandung pasal yang bisa membuat sang notaris kena pasal pemberhentian dengan tidak hormat. Perhatikan pasal berikut:

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS

Pasal 9

(1) Notaris diberhentikan sementara dari jabatannya karena:
a.  dalam proses pailit atau penundaan kewajiban pembayaran utang;
b.  berada di bawah pengampuan;
c.  melakukan perbuatan tercela; atau
d.  melakukan pelanggaran terhadap kewajiban dan larangan jabatan.

Pasal 12

Notaris diberhentikan dengan tidak hormat dari jabatannya oleh Menteri atas usul Majelis Pengawas Pusat apabila:
a. dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;
b. berada di bawah pengampuan secara terus-menerus lebih dari 3 (tiga) tahun;
c. melakukan perbuatan yang merendahkan kehormatan dan martabat jabatan Notaris; atau
d. melakukan pelanggaran berat terhadap kewajiban dan larangan jabatan.

Masuk akalkah jika notaris Sugita tidak memahami pasal tersebut. Itu tentu pihak notaris yang bisa menjawab hal itu. Namun mencari siapa yang benar, siapa yang salah ada baiknya kita berpikir positif dan sederhana seperti cerita Si Budi diatas. Namun yang pasti legal drafting MOU belum ditandatangani, dan diundur hari kamis, 7 Mei 2015.

Akankan legal Drafting itu tertandatangani ataukah akan ada cerita-cerita pengunduran kembali?. Kemana sebenarnya ujung atau muara kasus ini?. Mau Dibawa Kemana Penandatanganan Legal Draffting?. Ada yang bisa jawab?. Kalau nggak mari kita tunggu sampai hari kamis, semoga penandatangan drafting jadi dilakukan. Dan Bapak Notaris tolong dibantu yaa...agar isi MOU Clear semua Juli 2015, sehingga warga Giri Dharma tidak susah payah memblokir jalan dengan listun. Salam perdamaian. Om shanti, Shanti, shanti....





Mr. Brain Revolution

Total Visitors


Visitor Today

Recent Post

Popular Posts

Kunjungilah!

 
Support : Dre@ming Media | Dre@ming Post | I Wayan Arjawa, S.T.
Copyright © 2011. Br. Giri Dharma Camplik - All Rights Reserved
Template Created by Excata Published by DLC
Proudly powered by Dre@ming Media