Santunan Kematian Warga Badung - Br. Giri Dharma Camplik
Headlines News :
Home » , , , , , , , , » Santunan Kematian Warga Badung

Santunan Kematian Warga Badung

Written By Br. Giri Dharma Camplik on Selasa, 25 Januari 2011 | 09.36.00

Berikut adalah petikan isi surat Pemerintah Kabupaten Badung:
PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG 
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL 
BALAI DIKLAT SEMPIDI TELP. (0361) 415978 
MANGUPURA 
==============================================

NO : 474.1/24//CS/2011                  Mangupura, 12 Januari 2011
Lampiran : -                                                  Kepada
Perihal     : Santunan Kematian           Yth. :    1. Para Camat
                                                                          se Kabupaten Badung
                                                                      2. Perbekel / Lurah
                                                                          se Kabupaten Badung
                                                                          di
                                                                           Tempat

Berkenaan dengan pemberian santunan kematian kepada Krama Badung yang meninggal, sambil menunggu Peraturan Bupati yang masih dalam proses, bersama ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Santunan diberikan kepada Penduduk Kabupaten Badung yang bertempat tinggal di Kabupaten Badung, atau tinggal menetap sekurang kurangnya selama 1 (satu) Tahun sebelum berlakunya Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dan telah memiliki akta kenal lahir, atau telah terdaftar dalam KK dan / atau KTP Kabupaten Badung;
  2. Tata cara dan persyaratan sebagai berikut
a.       Penduduk melapor kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Badung, melalui Desa / Kelurahan dan Kecamatan dengan membawa persyaratan:
1)      Surat Pernyataan dibubuhi materai Rp. 6000,- (enam ribu rupiah) yang isinya menyatakan bahwa salah satu anggota keluarganya meninggal, serta diketahui oleh 2 (dua) orang saksi;
2)      Menyerahkan Surat Keterangan Dokter / Rumah Sakit / Kepolisian;
3)      Membawa surat Pengantar dari Kelihan Banjar Dinas / Kepala Lingkungan dengan diketahui Perbekel / Lurah dan Camat;
4)      Menunjukkan Akta Kenal Lahir, KK, KTP dan menyerahkan fotocopynya;
b.      Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Badung berkewajiban untuk:
1)      Penerima dan meneliti kebenaran dan kelengkapan dokumen;
2)      Melakukan verifikasi dan validasi data kependudukan;
3)      Mencatatnya dalam buku catatan Peristiwa Penting Kependudukan;
4)      Menerbitkan surat permohonan pembayaran santunan kematian bagi penduduk Kabupaten Badung kepada Bupati Badung cq Kepala Bagian Administrasi Keuangan;
c.       Santunan Kematian bagi penduduk Kabupaten Badung dibayarkan jika diajukan tidak lebih dari 30 hari sejak tanggal kematian;
d.      Bagi yang lahir mati tidak diberikan santunan kematian ini;

  1. Pemberian Santunan Kematian ini berlaku sejak 1 Januari 2011 jam 00.00 Wita

Demikian untuk dipedomani dan dilaksanakan.
                           
                   Kepala Dinas Kependudukan dan
Mengetahui                         Pencatatan Sipil Kabupaten Badung
Kelian Banjar Dinas 
Giri Dharma




I Wayan Arkanuara            Drs. I Made Witna S.,M.Si
                                             Pembina Utama Muda
                                             NIP. 19580522 198503 1 008


Tembusan disampaikan kepada Yth.:
    1. Bapak Bupati Badung ( sebagai laporan )
    2. Ketua DPRD Badung ( untuk Maklum )  
    3. Kabag. Keuangan Setda Kabupaten Badung
=====================================


Demikianlah kutipan kalau tidak bisa dibilang surat duplikat komplit, namun pertanyaan yang kemudian muncul adalah Apakah mudah direalisasikan mengingat persyaratan yang seabrek banyaknya?. Siapapun tahu ketika suatu keluarga mengalami kematian tentu suasana duka akan menyelimuti keluarga yang bersangkutan, jangankan ngurus surat persyaratan diatas, makan aja bisa lupa. Apalagi di Bali, warga harus melaksanakan rentetan upacara kematian seperti ngaben dan lain-lain.
Ketika surat ini diumumkan di Br. Suka Duka Giridharma pada paruman resmi hari Minggu, tanggal 23 Januari 2011 jam 20.19 WITA, kesulitan mengurus ini langsung terlintas di pikiran saya, saya pun mengajukan pertanyaan dan permintaan kepada kelian Br. Dinas (I Wayan Arkanuara, red). "Bisakah, jika ada kematian warga, ketika di telpon kelian Dinas, bisa mengurus santunan sampai uang jatuh ketangan peneriman (pemilik duka / kematian)?. Kelian Dinas menjawab: "Jangankan Kematian, warga sakit saja saya urus", begitu jawaban yang kami terima. Terang saja disambut tepuk tangan warga. Dan tentu kami akan menagih janji kelian Dinas ini pada suatu ketika.

Namun kembali kami berpikir tentu siapapun akan memberikan jawaban yang menyenangkan warga dan itu adalah manusiawi. Akan tetapi secara logika realisasinya, Bisakah?. Semudah itukah?. Bapak Bupati yang kami hormati: setiap warga pasti akan meninggal, siapapun itu. Kenapa santunan itu tidak diberikan secara langsung lewat tabungan masing-masing warga misalnya. Ditransfer lewat Bank. Toh bisa lebih cepat dan akurat Bukan?. Kalau santunan beasiswa dilakukan dengan syarat seabrek begini masih masuk akal. Tapi kalau kematian?. Kabupaten badung adalah kabupaten terkaya no.2 di Indonesia setelah Riau minimal itu pernah saya dengar di Editorial Metro TV, jadi program -program yang berbasis kerakyatan terutama harapan rakyat kecil seperti saya perlu diperbanyak lagi. Dan jika itu terjadi semua warga Badung / Mangupura akan mengacungkan jempol...?....

Oleh: I Wayan Arjawa, S.T.
Share this article :

Total Visitors


Visitor Today

Recent Post

Popular Posts

Kunjungilah!

 
Support : Dre@ming Media | Dre@ming Post | I Wayan Arjawa, S.T.
Copyright © 2011. Br. Giri Dharma Camplik - All Rights Reserved
Template Created by Excata Published by DLC
Proudly powered by Dre@ming Media