Gotong Royong itu Indah!, Tapi "Indah" khan Jumat harus sekolah? - Br. Giri Dharma Camplik
Headlines News :
Home » , , , , , , » Gotong Royong itu Indah!, Tapi "Indah" khan Jumat harus sekolah?

Gotong Royong itu Indah!, Tapi "Indah" khan Jumat harus sekolah?

Written By Br. Giri Dharma Camplik on Jumat, 01 April 2011 | 09.25.00

Jumat, 1 April 2011,08:09 WITA

Pada hari Juma't tanggal 1 April 2011, di Banjar Dinas Giri Dharma Camplik diadakan gotong royong. Menurut warah-warah dari kesinoman ( I Wayan Kula ) gotong royong dilakukan pada pagi hari, seperti biasa untuk Br. Suka-duka Giri Dharma, jika di bilangan Gotong royong jam 06.00 Wita, minimal jam 05.30 Wita warga sudah hadir semua dan begitu datang langsung bekerja tanpa menunggu intruksi kelian, maka jika di bilang gotong royong pagi, tanpa diberitahukan jamnya di pastikan kita akan mengira-ngira dan biasanya asumsi jam 06.00 Wita, saya kebetulan datang jam 06.25 Wita, ternyata warga sudah banyak yang datang dan sudah bekerja, salut dan jempol patut kita acungkan kepada warga Br. Giri Dharma.

Gotong royong merupakan kerja bahakti yang dilaksanakan dengan suka rela tanpa pamrih untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan elok, namun gotong royong juga mempunyai makna bekerja sambil bersilahturami antar warga agar terjadi hubungan yang harmonis, saling mengormati, mempererat tali persaudaraan, tenggang rasa, merasa senasib sepenanggungan antar warga.

Jadi nggak ada salahnya jika gotong royong bisa dilaksanakan secara rutin dan berkala, toh gotong royong mempunyai tujuan yang mulia, bukan?.

Gotong royong kali ini dilakukan dalam rangka "Peletakan Batu Pertama" (ha..ha...disambut ketawa oleh warga yang lain ketika mendengar kata tersebut dari salah seorang warga), Kalau peletakan Batu pertama berarti ada mentri atau presiden donk yang datang, sahut warga yang lain?.

Peletakan Batu Pertama ini dilakukan pada hari Minggu, 3 April 2011, berupa awal pembuatan Dapur sebelah barat, Bale gong sebelah Utara dan WC. Diharapkan semua warga hadir pada hari tersebut pada jam 10 Wita karena akan diadakan upacara Ngeruak.

Jempol!  patut kita acungkan pada kelian Adat Nyoman Tirtayasa, karena mampu melaksanakan pembangunan di banjar ini, dan itu merupakan gebrakan bagus untuk kemajuan dan keasrian banjar, asal jangan "mandeg" ditengah jalan bukan begitu Boss?. Miris mendengar jika ada selentingan yang mengatakan kita berada "di lumbung padi tapi beras saja sulit didapat" namun selentingan semacam itu harus dianggap sebagai cambuk agar kita bekerja lebih keras supaya bisa membangun dan merias banjar lebih baik sehingga tidak malu menunjukkan pada warga yang lain, bukan begitu?.
Dalam gotong royong kali ini ada sedikit tanya dan mungkin harus diperbaiki dikelak kemudian hari, bahwa gotong royong sedapat mungkin dilaksanakan pada Hari Minggu, dengan pertimbangan selain hari Minggu , kebanyakan warga harus bekerja disamping itu harus mengantar anak untuk sekolah, jadi bagi sebagian warga gotong royong pada hari Jumat seperti kali ini sangat menggangu karena pikiran terpecah untuk mengantar anak sekolah. Dan gotong royong kali ini menurut pantauan dilapangan bukan bermaksud  kerja bhakti tapi lebih condong untuk menyampaikan warah-warah tentang kegiatan di hari minggu, terbukti sedikit sekali yang harus dikerjakan, dan kelian adat juga datang terakhir, begitu datang langsung warga diminta berkumpul. If on the other day, there is to say, do not be ashamed to invite people, to follow "paruman" in the afternoon or evening. Show the ability of Leadership and Entrepreneurship, is not it Mr. Kelian Dinas (ha. .88 x, would not that make tired, like your comment on my post, the last)?.  

Oleh : I Wayan Arjawa, ST
Share this article :

Total Visitors


Visitor Today

Recent Post

Popular Posts

Kunjungilah!

 
Support : Dre@ming Media | Dre@ming Post | I Wayan Arjawa, S.T.
Copyright © 2011. Br. Giri Dharma Camplik - All Rights Reserved
Template Created by Excata Published by DLC
Proudly powered by Dre@ming Media