"Ngutang Layon" Ke Setra dengan Ambulance - Br. Giri Dharma Camplik
Headlines News :
Home » , » "Ngutang Layon" Ke Setra dengan Ambulance

"Ngutang Layon" Ke Setra dengan Ambulance

Written By Br. Giri Dharma Camplik on Minggu, 19 Januari 2014 | 17.17.00

Warga turunkan layon dari ambulance
Untuk pertama kalinya suka duka Giri Dharma, "ngutang layon" dengan menggunakan abulance.

Adalah Pan Mira salah seorang warga suka duka Giri Dharma yang meninggal seminggu yang lalu tepatnya tanggal 14 Januari 2014, hari selasa.

Warga kami meninggal karena sakit, bertempat tinggal dikampus Unud. Tentu sudah kebayang betapa jauh jarak tempuh yang harus kami tempuh jika harus berjalan kaki. Bukan tidak pernah warga kami meninggal di daerah kampus dan kami warga suka duka harus "ngutang" dengan jalan kaki. Namun hal itu tentu kami lakukan dengan sukarela karena itu adalah salah satu adat istiadat. Tapi jujur kami juga harus mengakui sebagai manusia biasa, berjalan sejauh itu dengan bakaran trik sinar matahari membuat tenaga kami terkuras.
Kali ini kami sudah siap dan membayangkan akan mendapat beban kewajiban yang seperti itu. Dan entah siapa yang mengusul atau menyarankan harus memakai ambulance. Saat diberi tahu kita akan "ngutang layon" dengan menggunakan ambulance kami sempat terkejut.

Terlepas dari apapun keputusan yang kemudian harus kami jalankan itupun pastinya merupakan keputusan terbaik. Jadilah hari Minggu, 19 Januari 2014. Perubahan adat istiadat yang sudah tertanam dan dijalankan sejak puluhan tahun yakni "ngutang layon" dengan jalan kaki diganti dengan menggunakan ambulance. Dan tradisi ini akan berjalan kedepan sampai mungkin ada tradisi baru di kelak kemudian hari.

Ada sedikit usulan agar rute yang ditempuh kedepan adalah sebagai berikut: setelah diupacarai dirumah masing-masing layon naik ambulance sampai perempatan Desa Ungasan tepat didepan pohon bingin, lalu layon diturunkan dan diarak berputar selama 3X kemudian diteruskan diarak dengan jalan kaki sampai setra Ungasan. Selanjutnya prosesi dijalan sesuai tradisi sampai selesai.

Zaman yang terus berkembang membuat kita sebagai warga mau tidak mau harus mengikuti sepanjang tidak merubah atau bertentang dengan makna dasar atau makna hakiki yang ada.

www.propinsibali.com
Share this article :

Total Visitors


Visitor Today

Recent Post

Popular Posts

Kunjungilah!

 
Support : Dre@ming Media | Dre@ming Post | I Wayan Arjawa, S.T.
Copyright © 2011. Br. Giri Dharma Camplik - All Rights Reserved
Template Created by Excata Published by DLC
Proudly powered by Dre@ming Media