Mengenang Kembali Demo Warga Giri Dharma 2009, Akankah Terulang Kembali? - Br. Giri Dharma Camplik
Headlines News :
Home » , , » Mengenang Kembali Demo Warga Giri Dharma 2009, Akankah Terulang Kembali?

Mengenang Kembali Demo Warga Giri Dharma 2009, Akankah Terulang Kembali?

Written By Br. Giri Dharma Camplik on Selasa, 27 Mei 2014 | 09.24.00

Warga Giri Dharma Pasang Tiang di jalan Lingkar yang lahannya belum di bayar, disi lain warga giri dharma tampak sedang membuat keranda mayat. Akan kemarahan warga meledak lagi?
Kesal, Janji Jalan Adat Tak Dipenuhi,Warga Dharma Giri Blokir Akses Masuk GWK

Denpasar - Puluhan warga Banjar Dharma Giri, Ungasan, Senin (30/3) kemarin berdemonstrasi dan memblokir akses jalan Garuda Wisnu Kencana (GWK). Pemblokiran dilakukan menyusul kekesalan warga akibat tidak terpenuhinya tuntutan penyediaan akses jalan adat (rurung agung) yang dijanjikan pihak GWK sejak 14 tahun lalu. Akibat aksi demo warga ini, operasional GWK lumpuh untuk sementara.

Sekitar 80 warga yang didominasi kelompok suka duka Giri Dharma ditambah kelompok suka duka Buana Sari dengan menggunakan pakaian adat sejak pukul 08.00 wita telah berkumpul di depan jalan utama GWK bagian dalam. Tidak hanya memblokir jalan dengan batu kapur dan batang pohon, warga yang marah juga membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan kepada GWK yang dinilai telah ingkar janji.

Klian Dinas Dharma Giri I Wayan Arkanuara mengatakan, selama ini warganya kesulitan saat melakukan prosesi upacara penguburan di setra adat setempat karena akses jalan tertutup proyek GWK. Akibat terhalang, warga harus menyusuri jalanan terjal dengan kemiringan sekitar 45 derajat dan menempuh jarak sekitar empat kilometer untuk mencapai kuburan. Padahal, jika akses tidak tertutup, jalan adat hanya berjarak dua kilometer.

Pihak warga dan GWK sendiri, lanjut Arkanuara, sempat membuat perjanjian membahas solusi dan kompensasi kerugian warga akibat proyek GWK. Kesepakatan kedua belah pihak ini dilakukan pada 22 April 2000 lalu. Ada sejumlah poin yang disepakati pihak GWK. Yakni penyediaan jalan adat termasuk kompensasi tanah warga yang terkena proyek, perekrutan tenaga kerja lokal dan rehab balai banjar.

Poin kedua dan ketiga telah terealisasi meski belum sepenuhnya. Sedangkan untuk akses jalan melingkar sebagai pengganti rurung agung yang dituntut warga, hingga kini belum dipenuhi.

Project Development and General Affair GWK A.A. Rai Dalem menyatakan pihak GWK selama ini masih menemui kesulitan untuk merealisasikan tuntutan warga. Dia berdalih, realisasi terhambat pergantian manajemen dan belum ada kata sepakat antara GWK dan pemilik tanah dalam hal pembebasan lahan untuk jalan melingkar. 'Karena ada kisruh dan pergantian manajemen, termasuk masalah lahan, maka kami perlu mempelajari kembali tuntutan warga,' katanya.

Sementara itu, hingga sore kemarin, sejumlah warga, pihak keamanan GWK dan aparat kepolisian nampak masih bersiaga di lokasi pemblokiran. Pihak manajemen GWK sendiri berjanji akan langsung menurunkan alat berat untuk membuka akses jalan yang diminta agar pemblokiran bisa dihentikan. Namun hingga berita ini ditulis, buldoser yang dijanjikan belum juga tiba.

Itulah cerita ketika ditahun 2009, warga Giri Dharma meluapkan kekesalannya lewat demo dengan menaruh limston di jalan utama GWK. Setelah 6 tahun berlalu apakah pihak GWK merelaisasikan janjinya?. Pasti Jawabannya Tidak. Jika memang begitu haruskah Warga Giri Dharma turun demo kembali?. Pasti. Jika itu terjadi seberapa besar kekuatannya sekarang?. Kita tunggu saja. Yang jelas selama pihak GWK tidak memenuhi janjinya, jangankan manusia semutpun jika diinjak pasti melawan.



sumber : balipost
Share this article :

Total Visitors


Visitor Today

Recent Post

Popular Posts

Kunjungilah!

 
Support : Dre@ming Media | Dre@ming Post | I Wayan Arjawa, S.T.
Copyright © 2011. Br. Giri Dharma Camplik - All Rights Reserved
Template Created by Excata Published by DLC
Proudly powered by Dre@ming Media