Plang dan Etika, GWK Melanggarnya - Br. Giri Dharma Camplik
Headlines News :
Home » , , , , , , » Plang dan Etika, GWK Melanggarnya

Plang dan Etika, GWK Melanggarnya

Written By Br. Giri Dharma Camplik on Senin, 05 Mei 2014 | 20.33.00

Alat berat bekerja walau jalan belum dibayar
Ketika hak milik seseorang dilanggar oleh suatu perusahaan, maka ekspresi dalam bentuk tindakanpun muncul, yang sesungguhnya tindakan itu hanya simbolisasi suatu yang mencerminkan apa nilai yang dimiliki oleh perusahaan itu apakah dia punya etika ataupun tidak jika melanggar simbolisasi itu.

Adalah perusahaan yang bernama GWK yang kemudian diakuisi oleh Alam Sutra, tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar lahan yang dijadikan jalan. Kemudian setelah bernegoisasi dengan pemilik lahan disepakati akan membayar lahan tersebut. Namun mulut boleh berkata manis tapi realisasi nol besar, sehingga membuat geram pemilik lahan karena GWK terus menunda-nunda sampai kurang lebih 16 tahun lamanya. Pemilik lahanpun memportal jalan.

Portal yang dipasang bukan portal permanen, karena portal itu hanyalah simbolisasi kekecewaan yang sudah menggunung.

Jadi apa sebenarnya makna dari portal tersebut?. Portal itu melambangkan nilai etika yang sangat tinggi. Bahkan portal yang tidak permanen jauh lebih tinggi nilai sanksi sosialnya dari portal permanen.

Tepat pada hari Senin, 5 Mei 2014, sekira pukul 15:00 Wita. Pihak GWK mendatangkan alat berat guna mengelola lahan parkir didepan jalan lingkar yang lahannya belum terbayar. Pihak SB sebagai kontraktor menelpon salah satu pemilik lahan agar portal bisa dibuka dan alat berat bisa masuk. Tentu pemiliki lahan tidak mengijinkan karena ingin pembebasan lahan diselesaikan dulu.

Namun pemilik lahan yang lain karena sedang membangun pondasi dan kekurangan pasir, memasukkan pasir dan membuka sementara portal yang dilakukan oleh sopir truk pasir. Tentu pemilik lahan berhak membuka portal karena ingin mengelola lahan agar tidak mangkrak. Namun betapa terkejutnya pemilik lahan ketika tahu kesempatan sekejap itu dimanfaatkan oleh GWK untuk memasukkan alat berat.

Ini betul-betul seperti penjaga tiket pertunjukan yang lengah sejenak kemudian pengunjung yang tak punya tiket masuk dan menonton pertunjukan. Kebayang nggak jika hal memalukan itu dilakukan oleh perusahaan besar seperti GWK yang diakuisi oleh Alam Sutra.

Sekarang atmosfir di warga banjar mulai mendidih yang sewaktu-waktu bisa meledak jika hal ini tidak segera di antisipadi oleh GWK.


Propinsibali.com
Share this article :

Total Visitors


Visitor Today

Recent Post

Popular Posts

Kunjungilah!

 
Support : Dre@ming Media | Dre@ming Post | I Wayan Arjawa, S.T.
Copyright © 2011. Br. Giri Dharma Camplik - All Rights Reserved
Template Created by Excata Published by DLC
Proudly powered by Dre@ming Media