Dirut dan Management GWK Kena "Damprat" Kelihan Suka Duka Giri Dharma - Br. Giri Dharma Camplik
Headlines News :
Home » , , » Dirut dan Management GWK Kena "Damprat" Kelihan Suka Duka Giri Dharma

Dirut dan Management GWK Kena "Damprat" Kelihan Suka Duka Giri Dharma

Written By Br. Giri Dharma Camplik on Jumat, 05 Juni 2015 | 16.06.00

Rapat antara pihak GWK dengan Warga Giri Dharma Kamis, 4 Juni 2015
Rapat yang sedianya dilaksanakan hari Kamis, 4 Juni 2015, pukul 18:00 Wita, melenceng tak terbendung mundur menjadi sekira pukul 19:00 Wita. Sebab musababnya karena masih adanya rapat diinternal pihak GWK serta adanya video konfrence itu menurut info dari Pak Agung Kompiang.

Pengunduran jadwal rapat antara GWK dan warga Giri Dharma menyangkut adendun atau akte notaris I Wayan Sugitha, S.H. tanggal 07 Mei 2015 No.07 yang didalamnya berisi tentang MOU yang harus dipenuhi oleh GWK dengan batas akhir 31 Juli 2015 pun tetap berjalan dan tidak mengurangi semangat para peserta diskusi.

Dari pihak GWK diwakili Pak Seno (Dirut GWK), Pak Agung Rai Dalem, Pak Agung Kompiang, Pak Widana.

Dari pihak Giri Dharma hadir Kelihan Suka Duka Giri Dharma I Wayan Kurma, Kelihan Dinas Giri Dharma I Nyoman Widana, Perbekel Desa Ungasan I Wayan Sugitaputra, prajuru banjar dan semua warga banjar.

Satu persatu dibahas mengenai MOU berikut alasan keterlambatan seperti misalnya Kenapa DW yang merupakan masyarakat lokal Giri Dharma belum diangkat walau sudah melampau masa pengabdian?. Berikut jawaban dari Pak Seno: kita pasti akan mengangkat semua tenaga DW karena memang kita butuh, tetapi untuk saat ini mungkin anda baca di media kunjungan wisatawan lagi menurun yang kewilayah selatan cuma 1,2 Juta pengunjung itupun 1 juta sudah ke GWK terus kita mau mencari pengunjung kemana lagi. Kunjungan wisatawan mungkin bertambah banyak saat patung GWK sudah jadi terbangun makanya kita memperioritaskan pembangunan pendestal. Nantinya kalau itu sudah jadi kita butuh banyak karyawan lagi kok. Begini saja masa DW saya batasi minimal 6 bulan dan maksimal 12 bulan setelah itu pasti akan diangkat jadi karyawan tetap.

Kalangan gandrung, semua tentang perencanaan, design bahkan sampai negosiasi pada tingkat pengerjaan sudah selesai dilakukan, sabtu, 6 Juni 2015, mulai dikerjakan.

Mengenai rurung agung sudah selesai dikerjakan bahkan sudah di upacarai, tinggal serah terima yang dilakukan oleh pihak GWK ke pihak desa adat ungasan, mengenai teknis akan diatur lebih lanjut. Tanggal 16 Juni 2015 Perbekel Desa Ungasan akan mengundang pihak GWK mengenai teknis serah terima jalan rurung agung ini.

Mengenai pensertifikatan Banjar Dinas. Pak kedis: Masyarakat sudah sabar bahkan sudah dituangkan dalam MOU mohon segera diselesaikan dan direalisakain apa yang ada di MOU. Mengenai sertifikat di br Dinas bagaimana ini sudah 15 tahun. Kapan akan diselesaikan? Jalan di Banjar dinas mohon diberi lampu agar seimbang selaras dan serasi dengan estetika GWK. Pak Agung : ya, kami akan segera menyelesaikan tentang pensertifikatan Br. Dinas, sedangkan jalan yang menuju atau masuk ke Br. Dinas akan kami segera sesuaikan design nya dengan master plan GWK.

Yang tentu ditunggu-tunggu adalah pembahasan mengenai tegak Br. Suka Duka Giri Dharma. Sesuai dengan akta notaris yang ditandatangani bahwa tegak banjar akan diberikan diwilayah tanah Pak Wayan Purja. Namun hal ini terjadi jika jalan lingkar GWK yang 3 M sudah selesai dilakukan. Disinilah terjadi perdebatan dimana pihak GWK melempar kesalahan pada pihak Pak Wayan Purja. Terang saja pihak keluarga langsung membantahnya.
"Mengenai masalah jalan lingkar bukan masalah di keluarga kami tapi itu murni masalah di pihak GWK, apakah ini sengaja, ataukah ini keteledoran, atau mungkinkah ini permaian GWK, coba saja cermati kita mengurus sertifikat lahan menitik beratkan pada jalan 3 M, jeg dadi bise jalan yang 3 M itu tidak bisa masuk di sertifikat. Ketika sidang di desa ditanya apakah jalan yang 3 M ini dimasukkan ke sertifikat, katanya GWK nggak usah karena itu jalan umum cukup dengan surat pernyataan kepala desa. Sekarang sertifikat sudah jadi kok bisa itu yang dimasalahkan, bukankah ini semacam permaian? untuk pengunduran waktu", jelas angota keluarga Pak Wayan Purja.
Mendengar kata permainan agaknya sedikit menampar pihak GWK, Pak Seno: Kami sudah membangun lahan parkir bukan dengan dana yang sedikit jadi apa tujuan kami bermain-main, kamipun memerlukan dan berkepentingan masalah ini lekas selesai. Pak Agung : Bahkan saya sampai tidur-tiduran di BPN, seperti maklar saja dimana letak permainannya.
Menarik memang hal ini untuk ditelaah lebih jauh, apakah ini permainan atau bukan. Kita coba lihat analoginya kalau ini bukan permaian kenapa sampai hal sefatal itu terjadi apakah  murni suatu kelalean?. Kalau kelalean ketika rapat di Desa jelas, berkali-kali ditanyakan apakah lahan yang 3 m itu dimasukkan ke sertifikat tanah Pak Purja, waktu itu jelas diminta cukup hanya dengan surat keterangan kepala desa dan lahan 3 M itu tidak usah dimasukkan, kalau ini suatu kelalian jelas tidak masukkan akal karena ini dilakukan secara sadar dalam waktu yang cukup lama. Kalau ini merupakan pembiaran yang disengaja, lebih masuk akal. tujuannya apa? saat kesalahan ini dimunculkan setelah sertifikat jadi tentu akan menimbulkan proses pengulangan kembali yang mau tidak mau harus dijalani, karena BPN pasti menerapkan standar prosedur, keuntungan buat GWK adalah harga lahan yang belum dibayarkan akan menghasilkan income ketika uang tersebut ditabungkan di bank, karena pihak keluarga tidak menerapkan bunga pada uang tersebut. Bukti kedua kenapa ini merupakan permaian, karena dengan semakin lamanya ditahan masalah ini berarti semakin lama juga transaksi pemberian tegak banjar yang mungkin harganya juga wow karena lahannya sampai 10 are. Bukti ketiga hal ini permaian yaitu jika ini bukan permainan dan GWK mempunyai niat baik tentu detik ini dibayar lahan 3 M, masalah lahan ini sudah selesai, clear....clear....dan cleaaarrr. Tentu GWK akan berdalih lagi, ini kan nggak ada bukti otentik gimana kita bisa mencairkan dana. Disinilah letak permaiannnya brooooooo, cukup jelas bukan?????.

Ada juga hal yang mengembirakan dari pertemuaan kemarin bahwa sinyal tegak banjar akan tetap diposisi sekarang, hal itu bahkan sudah tercermin dari pandangan kemarin dengan persentase sekitar 60% probability. Kepada pihak GWK segeralah penuhi dan selesaikan janjimu apasih susahnya, jangan suka melempar bola panas yang membuat kita semua akan terbakar. Gua tetap percoyo karo awakmu wahai GWK. Selesaikan segera, mari kita hidup berdampingan dengan saling hormat-menghormati.

Sementara dihubungi terpisah melalui pesan singkat BBM kami menerima kiriman pernyataan tegas kelihan suka duka Giri Dharma I Wayan Kurma berikut bunyi pesan tegas itu:

Setiap mengadakan pertemuan pihak management selalu memberikan janji-janji yang tidak jelas juntrungannya, sebagai contoh masalah ketenaga kerjaan selalu berliku dengan berbagai macam alasan ini itu dan lain sebagainya. Untunglah P Kelian dengan keras menjegal dengan meminta kejelasan kapan mulai dan kapan selesai?. P Kelian Suka Duka sampai menanyakan fungsi dan Kapasitas P Seno selaku Dirut karena ketika dia menangani Demo Tanggal 24 Agustus 2014 P Seno Memegang Surat Kuasa Dari Management Pusat, TETAPI KENAPA SEKARANG CUMA MENANGANI DW SAJA harus menunggu Pusat Lagi, tanya PAK KURMA selaku kelian sampai bergetar menahan emosi, Apa Dong Fungsi Surat Kuasa Yang Anda Pegang Tambahnya..

P Kurma menambahkan sekarang bukan saatnya menebar Janji lagi, saatnya anda menyelesaikan Apa yg anda Janjikan ...Kalau proyek kekurangan dana kenapa mendirikan Pedestal senilai 500 Milyar bisa?. Sementara fasum dan fasus yg tertuang dalam MOU yg menghabiskan tidak lebih dari 20 Milyaran tidak kunjung di selesaikan??. Mana niat baik yang Selama ini di dengung-dengungkan?. Bahkan P Kurma Dengan Keras mengatakan niat baik tidak akan menyelesaikan apa- apa tanpa action yang jelas dari sisi waktu Bapak hitung sendiri dari 25 Agustus 2014 sampai sekarang itu sudah berapa lama kami berikan waktu sudah hampir satu tahun, kata P Kurma Geram

P Kurma dengan tegas meminta sama P Kades Agar 4 Point yang tidak berkaitan dengan pihak ketiga dapat diselesaikan sesuai dengan kesepatan yang di tandatangani di Notaris.

P Kurma juga dengan tekad MENYAMPAIKAN BAHWA DEMO BUKAN TARGET KAMI Selaku Warga Br. Suka Duka Giri Dharma, Kami cuma menginginkan BAHWA INVESTOR SEGERA MEMENUHI JANJI JANJINYA YG SUDAH TERTUANG DLM MOU. Kalau apa yang sudah di sepakati di Notaris dilanggar lagi jangan salahkan kami kalau kami mengacu pada pasal 7 Ayat 3 Adendum tertanggal 07 mei 2015. Mohon semua pihak bisa patuh dan tunduk pada kesepakatan yg telah di tandatangani. Demikian kata Pak Kurma mengakhiri pembicaraan dalam pesan BBM yang kami terima.





Mr. Brain Revolution
Share this article :

Total Visitors


Visitor Today

Recent Post

Popular Posts

Kunjungilah!

 
Support : Dre@ming Media | Dre@ming Post | I Wayan Arjawa, S.T.
Copyright © 2011. Br. Giri Dharma Camplik - All Rights Reserved
Template Created by Excata Published by DLC
Proudly powered by Dre@ming Media