Kalangan Gandrung Sudah Diupacarai, Tegak Banjar dan Jalan Lingkar Kapan?. - Br. Giri Dharma Camplik
Headlines News :
Home » , , , , , , » Kalangan Gandrung Sudah Diupacarai, Tegak Banjar dan Jalan Lingkar Kapan?.

Kalangan Gandrung Sudah Diupacarai, Tegak Banjar dan Jalan Lingkar Kapan?.

Written By Br. Giri Dharma Camplik on Sabtu, 07 November 2015 | 12.52.00

Ide Pedanda sedang memberikan tetebus dan perlengkapan upakara bagi sebelas pengempon kalangan Gandrung, sabtu, 7 November 2015
Acara pemlaspas / mupuk pedagingan lan puja wali Pesambhyangan Pura BatuPageh. Saniscara kliwon wuku wayang 7 November 2015 dilaksanakan dengan meriah, upakara Caru Rsi Gana Agung pun dilakukan, upakara ini tergolong upakara besar dalam tradisi upakara pemlaspas bagi umat Hindu karena mempunyai jangka waktu yang panjang yaitu15 tahun.

Camplik - Usai sudah perjalanan panjang, perjuangan dengan penuh liku, dipindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari tidak terurus karena rusak, melewati demo warga dengan menutup akses GWK berlanjut pemasangan spanduk oleh warga, penandatangan akta notaris, diikuti berbagai lobi dan negosiasi antara pihak GWK dan Br. Suka Duka Giri Dharma akhirnya pada hari sabtu tanggal 7 November 2015 dilaksankan upakara pemelaspasan dan pecaruan Agung sebagai tahap akhir pemuput secara niskala dalam rangkaian tradisi hindu sebagai syarat bahwa kalangan gandrung dan joged siap digunakan.

Untuk apa sebenarnya kalangan gandrung ini?. Kalangan gandung ini nantinya akan digunakan sebagai aktivitas untuk melakukan latihan tari gandrung dan tari joged bumbung. Tari gandrung merupakan tarian sakral dalam agama hindu yang diempon oleh sebagian warga Giri Dharma. Kenapa dikatakan sakral?. Dalam pementasan tari gandrung biasanya sang penari akan kerasukan. Pada saat itu sang penari akan menari tanpa sadar mengikuti irama gamelan. Sedangkan tari joged bumbung merupakan tari hiburan rakyat yang bisa dipentaskan kapanpun dan dimanapun tergantung permintaan yang punya hajatan.

Acara rencananya dimulai pada pukul 08:00 Wita. Namun dari pantauan kami warga dan sekaa gamel sudah datang jam 07:00 Wita. Bahkan Ida Pedanda dari Griya Absiansemal Badung sebagai pemuput karya sudah hadir pada jam 07:39 Wita.

Dengan diiringi suara gamelan yang mengalun rangkaian tahapan upacara mulai dijalankan sesuai yang tertera dalam sastra hindu. Bersamaan  dengan pemendeman caru juga dilakukan sabuh rah. Sabuh rah dilakukan dengan mengadu 2 ekor ayam jantan tanpa taruhan hal ini dilakukan untuk memberikan upah pada butha kala agar nantinya semua aktivitas berjalan dengan lancar tanpa gangguan.

Kalangan gandrung diempon oleh 40 orang. Dari pemangku kami mendapat informasi bahwa kalangan gandrung akan direhab setiap 10 tahun sekali dan ditanggung oleh pihak GWK. Hal ini terungkap ketika kami menanyakan, kenapa atap kalangan tidak di pakai genteng tapi ilalang?. Itu kan rawan kerusakan. "Menurut GWK dipakai ilalang agar lebih seni dan pihak GWK bersedia merehab setiap 10 tahun sekali", terang Mangku Lodri.

Dalam acara kali ini undangan yang hadir yaitu: Bendesa Ungasan Pak Ketut Marcin, Plt Perbekel Desa Ungasan, Kelian Adat I Nyoman Tirtayasa, Kelian Dinas I Nyoman Widana dan sejumlah undangan lainnya, namun kami tidak melihak perwakilan dari pihak GWK.

Warga Giri Dharma dan pengempon kalangan Gandrung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak GWK karena sudah membangun kalangan gandrung dan membiayai pelaksanaan upakara.

Namun masih tersisa tanya disemua benak warga suka duka, "Kapan jalan lingkar 6 M dan tegak banjar suka duka akan direalisasikan?". Dimana telah dijelaskan 2 tuntutan ini merupakan tuntutan pokok yang tertuang dalam akta notaris Sugitha. Bahkan tidak mustahil jika 2 tuntutan ini tidak diselesaikan secepatnya warga pasti akan turun kembali untuk menutup akses GWK selamanya dan itu pasti.






Ungasan.com___________________
Mr. Brain Revolution
Share this article :

Total Visitors


Visitor Today

Recent Post

Popular Posts

Kunjungilah!

 
Support : Dre@ming Media | Dre@ming Post | I Wayan Arjawa, S.T.
Copyright © 2011. Br. Giri Dharma Camplik - All Rights Reserved
Template Created by Excata Published by DLC
Proudly powered by Dre@ming Media